“Hujan” turun, malah bikin kering …
September 22, 2008
Sampai hari ini, Solo belum juga diguyur hujan. Solo yang lama menjadi kering, ingin dibasahi. Entah … mungkin penyebabnya adalah global warming ba’dallah. Wallahu A’lam.
Bulan puasa juga bikin perutku kering di waktu siang hari. Tapi, Sabtu sore, tepatnya 20 September 2008 perut dan tenggorokanku tambah kering setelah “hujan” lebat turun.
Itu tuh, acara munaqasah umum. Saya sebagai presentator pertama, dihujani pertanyaan dan kritik oleh para profesor.
Untungnya, acara munaqasyah selesai saat bedug maghrib berbunyi. Aku langsung basahi mulut dan tenggorokanku dengan air plus tiga biji kurma. Ploooong … rasanya. Coba saja kalau acara dimulai pagi hingga sore, mungkin duduk di maktabah bagai hidup di padang pasir.
Alhamdulillah ‘ala kulli hal, sekarang aku menunggu hari liburanku. Lebaran sebentar lagi ….
Siapa mau ikut mudik ke Surabaya …. ?
Entry Filed under: tajribah hayah. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
h a b i b | September 29, 2008 at 4:15 pm
gak usah pulang ke surebaya cak. ke karanganyar ajah. dijamin gak kringgg….
2.
kamal musthofa | Oktober 4, 2008 at 8:08 pm
wah, tak pikir global warming ternyata cuma dredeg menghadapi acara sidang ujian to.
moga sukses slalu.