CINTA ITU ANUGERAH ALLAH

Juni 22, 2008

Manusia bukanlah makhluk yang tidak memiliki perasaan. Dengan karunia Allah, manusia diberi kelebihan dan kenikmatan yang amat besar. Salah satu di antaranya adalah manusia memiliki kecenderungan dan ketertarikan pada lawan jenisnya. Bahkan Allah menciptakan watak dasar seorang laki-laki senang pada wanita. selama ketertarikan terhadap lawan jenis ini diterapkan secara halal, maka tidak menjadi masalah. Bahkan Islam mengaturnya dan memerintahkan umatnya untuk menyalurkan cintanya dalam bentuk pernikahan yang halal dan menghalalkan. Pada beberapa sisi, cinta yang disalurkan dalam bentuk pernikahan bahkan malah dipuji. Karena naluri mencintai lawan jenis adalah watak dasar yang dimiliki setiap manusia, apapun agamanya dan apapun sukunya. Bila orang tidak menikah maka ia akan menyalurkan hasrat jasmaninya pada hal-hal yang dilarang agama, seperti berzina atau melakukan kemaksiatan lainnya. Dan tentu saja, baginya dosa yang besar dan diancam dengan siksa neraka. Namun bila ia menempuh jalan pernikahan sebagai solusinya, maka ia akan mendapatkan pahala.

Bukan seperti agama lain, Islam tidak melarang umatnya menikah. Islam sangat menyadari dan memahami kebutuhan manusia. Sehingga dengan karunia Allah, Islam mengatur cara, bagaimana seorang muslim memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan mencintai wanita / lelaki diberikan solusi dengan menyuruh mereka menikah secara halal.

Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang dingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di hadapan Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). QS. Ali Imran (3): 14

Jadi mencintai wanita atau pria adalah sebuah kewajaran, namun bukan berarti kemudian kita bisa menaruh hati dan melabuhkan perasaan pada setiap orang. Karena jawaban cinta lawan jenis adalah pernikahan yang halal dan menghalalkan.

Cinta kepada lawan jenis adalah fitrah, tapi bukan dengan alasan itu kita bebas mencintai dan mengemas hubungan melalui pacaran. Bukan dengan alasan itu kemudian kita berdalih apa yang kita lakukan dalam pacaran adalah sebagai wujud dari sifat fitrah yang kita miliki.

Sebenarnya kamu boleh mencintai wanita / pria yang kamu sukai. Asalkan wanita yang kamu cintai bukan wanita yang sudah bersuami. Dari apa yang kamu rasakan itu, kemudian kamu ikhtiari, kamu usahakan dengan beberapa ketentuan tertentu agar bisa berhasil menjadi pendamping hidupmu.

Dan tentu saja, mekanisme pendekatan (PDKT) memupuk cinta menuju pernikahan bukan melalui pacaran. Namun melalui mekanisme PDKT yang sesuai dengan syariat.

Namun lain persoalannya bila cinta tersebut hadir secara prematur. Cinta sudah menyapamu di awal usia remajamu. Kamu merasa bahagia, senang dan gembira karena ada seseorang yang menarik hatimu. Menyita seluruh perhatian dan kasih sayangmu. Selain itu, ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama. Lalu bagaimana ini? Akankah kamu segera akan menikah, karena jawaban dari perasaan cinta adalah pernikahan? Atau kamu malah mengambil jalan setan dengan mengajaknya pacaran?

Saran saya, bila cinta sudah terlanjur menyapa dalam kondisi diri belum siap mental, finansial dan spiritual untuk menikah, maka hendaknya jangan mengambil jalan pintas dengan pacaran. Karena pacaran bukan jawaban. Ia hanya menjanjikan kesenangan semu dan fatamorgana saja. Namun hendaknya kamu memendam perasaan itu dalam hatimu. Biarlah hanya kamu dan Allah saja yang tahu. Sembari berdoa semoga Allah menguatkan diri dan mempersiapkan hati untuk menyegerakan menikah. Segera bukan tergesa-gesa, karena keduanya benar-benar berbeda.

Bukankah selama ini pacaran selalu dikisahkan menarik dan menjanjikan kebahagian. Pacaran menjanjikan peristiwa-peristiwa indah, bermesraan, kasmaran dan sayang-sayangan. Dilambangkan bunga mawar, warna merah jambu dan seabrek kado dan bingkisan. Namun pernahkah kemudian kita mendengar kisah sedih para pelaku pacaran? Pernahkah kita mendengar jeritan hati mereka yang mendapat dampak dari keburukan pacaran ini.

LAKUKAN

Cintailah Allah, maka Allah akan mencintai kamu. Bukankah Allah adalah sebaik-baik Dzat yang harus kita cintai dan tidak boleh kita persekutukan? Dan bukankah itu adalah hak Allah, karena Dia sangat bahkan Maha Kuasa atas diri manusia dan jagad raya ini. Maka tunggu apalagi, cintailah Allah!

Cintailah apa yang dicintai Allah; berikan cintamu pada Rasulullah, para shahabat, tabiin dan tabiut tabiin. Cintailah orang-orang shalih di antara kalian dan kaum mukminin wal mukminat di seluruh dunia.

Cintailah sesuatu yang bisa mndatangkan cinta Allah. Cintailah perbuatan dan amal saleh yang akan mengantarkan kita ke jannah Allah. Cintailah amal shalih yang bisa membuat Allah ridla pada kita.

Entry Filed under: fikroty. .

4 Comments Add your own

  • 1. idahrun  |  Juni 22, 2008 at 7:02 am

    Hayoo… siapa yg jatuh cinta….??

    Balas
  • 2. Whay  |  Juni 22, 2008 at 10:04 am

    semoga kita dapat memperlakukan perasaan cinta denga proposoinal dan wajar2 saja kalo kita cinta sama akhwat khan jg cinta sama ciptaan Allah.

    Balas
  • 3. cipto sulis  |  Juni 23, 2008 at 8:47 am

    Cinta itu memang sengaja diciptakan oleh Allah untuk menguji hamba2-Nya.
    Ada yg bersyukur dan ada pula yg kufur.
    Mensyukuri cinta : menikah
    Mengkufuri cinta : pacaran
    Segera menikah atau terus pacaran?
    Terserah anda mo pilih yg mana?

    cips@rocketmail.com

    Balas
  • 4. rumisha  |  September 21, 2008 at 2:56 pm

    yap, cintailah Allah itu solusinya. hal ini hanya bisa kita rasakan ketika kita telah mampu menghadirkan cinta yang dalam kepadaNya, namun mustahil timbul rasa cinta tanpa mengenal yang di cintai, makanya kita butuh untuk terus berilmu karena, ilmu itu cahaya yang akan menerangi jalan kita menuju Allah, sehingga imbasnya kita akan merasakan lezat dan nikmatnya dalam ketaatan padaNya, semoga kita semua mampu merasakannya

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Juni 2008
M S S R K J S
    Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arsip

Blogroll

Tulisan Terakhir

Meta

Komentar Terakhir

Milly di REMAJA SEKARANG SUKA MENGUNDAN…
kamal musthofa di “Hujan” turun, malah bikin ker…
h a b i b di “Hujan” turun, malah bikin ker…
Emen-C di AKU DALAM MUNAQASAH
rumisha di CINTA ITU ANUGERAH ALLAH
h a b i b di AKU DALAM MUNAQASAH
nurhadihusna di AKU DALAM MUNAQASAH
ita di TUBUH DI JILBAB, HATI TEL…

Halaman

Tulisan Teratas

RSS yakinku